beberapa periode yang lalu, bulekku terkena musibah yaitu tercium tergigit ular cobra yang lagi nongkrong di pematang sawah. Walau serasa di gigit kepiting(ga begitu sakit) Bulek langsung teriak2 histeris bagitu melihat seekor ulas cobra lagi berdiri di deket kakinya. ORang kampung langsung pada menuju ke TKP setelah mendengar teriakan yang memilukan itu dan sawah yang biasanya sepi nan damai serenyap mendadak jadi ramai bak pasar.
Nah di tengah kepanikan gitu pada banyak ngusulin tempat2 untuk ngobatin si pasien, ada yang usul di RS, di Pawang dll dan ada satu usul yg sebelumnya aku anggap nyeleneh “di rumahnya mbah sonto, Tegal aja(orang tetangga desa)”. WAlau sempat bingung juga akirnya si pasien di bawa ke rumah mbah sonto dan aku sendiri masih bingung pun akirnya di bwa ke tegal, karena jaraknya ga begitu jauh….. dan aku masih tak mengerti apa yang akan di lakukan di sana.
Sampai di sono di cari2 mbah sonto dan dengan santainya -sambil membawa sebuah batu akik kecil- “taline di culi kabeh (talinya di lepas semua)” Mbah sonto meminta supaya tali yang di pakai untuk mengikat kaki di lepas -yang sebelumnya di pakai untuk menghambat racun agar ga menjalar-. Dengan sedikit komat kamit serta mengusap2 ‘batu’ itu dan akirnya batu akik tadi di taruh di luka tempat gigitan ular, dan hebatnya batu langsung nempel tanpa di lem.
“Iki mengko watune nyedot racun, nek racune wes entek mengko ra gelem di templekke, nek rung entek angel di copot (nanti batunya ngisep racun, kalau belum habis racunnya susah di lepaskan”. Wow setengah percaya dan tidak percaya, ‘dan akirnya percaya’ setelah +- tiga jam batu itu beaksi akirnya tanpa di sentuh dan di apa2 in melepaskan diri dari luka itu. dan di nyatakan oleh mbah sonto racun telah pergi dengan selamat.
Aku kembali teringat tayangan TV yang penah memperlihatkan batu sakti serupa yang di gunakan para pawang ular di india. Ternyata ada barang seperti itu….